Kamis, 07 Januari 2010

- Dirut PT. Sang Hyang Seri Puji Kinerja KR VI Eddy Budiono Resmikan Kantor Regional VI PT. SYS

SIDRAP, (PEDOMAN) Direktur Utama (Dirut) Syang Hyang Seri Drs Eddy Budiono dalam acara peresmian gedung baru, Kantor Regional VI Sang Hyang Seri memberikan pujian kepada General Manajer (GM) Wilayah VI Ir. Abu Saniasa atas prestasinya selama menjabat GM di Sidrap.
Dalam acara peresmian tersebut, sebelumnya Dirut PT. Syang Hyang Seri Drs. Eddy Budiono bersama Istri dan di dampingi beberapa Kepala Regional, di anugrahi Karang Bunga sebagai symbol pengharaan, hal ini di warnai dengan tari Paduppa.
Eddy Bodiono dalam sambutannya pada acara peresmian Kanor Regional PT. Syang Hyang Seri, mereka memuji kinerja dan prestasi yang dicapai Ir. Abu Saniasa, hal ini kata dia patut ditiru oleh seluruh GM yang ada diseluruh Indonesia. Disebutkan bahwa para GM harus berusaha menjadi yang terbaik setiap tahunnya. Kata Eddy untuk mengantar Sang Hyang Seri menuju pasaran Internasional, yang perlu di pertahankan adalah Kepercayaan yang harus di bangun, karna itu, orang dapat melirik kita dari kepercayan..
"Kita punya misi 2013 Sang Hyang Seri bisa tembus pasaran dunia, jika semua GM mampu berlomba-lomba jadi yang terbaik, program itu akan semakin cepat dicapai,"jelas Edy.
Selain itu dengan persemian gedung di Sidrap Senin lalu (2/11), GM yang lain kata dia harus termotivasi untuk bisa berbuat sama. Keberhasilan yang dilakukan GM di Sidrap kata dia patut dijadikan sebagai contoh untuk berbuat yang lebih baik.
Dengan berdirinya kantor baru itu, Eddy berharap para karyawan bisa menjaga keutuhan kantor tersebut, baik adari persoalan fisik maupun kualitas karyawan.
"yang paling penting bagaimana karyawan bisa menjaga keutuhan kantor dalam artian menjaga eksistensi Sang Hyang Seri agar semakin maju."pintanya.
sebelumnya GM-KR VI, Ir. Abu Saniasa, didampingi manager pemasaran, Anasrullah, menjelaskan bahwa bangunan baru itu syarat dengan simbol-simbol untuk kemajuan Sang Hyang Seri. Misalnya tiang yang berdiri kokoh di bagian depan dengan jumlah enam, menandai bahwa kantor tersebut merupakan kantor regional enam dan simbol lainnya.
"Kita memiliki simbol yang menjadi spirit kinerja kita ke depan,"ungkapnya.
Hadir bersama Dirut Sang Hyang Seri, Direktur Keuangan dan SDM, Drs Muhammad Ahmad, Direktur Pemasaran Ir Kaharuddin dan beberpa GM dari berbagai KR di seluruh Indonesia.(Risal Bakri)

========

Proyek Pengadaan Peralatan Pengelolaan Sampah di Duga Tak sesuai Bestek

SIDRAP (PEDOMAN).Proyek pengadaan peralatan pengolahan sampah pada kantor Lingkungan Hidup Kab. Sidrap yang di kerjakan oleh PT. Dian Daya Mandiri dengan jumlah anggaran senilai Rp. 430.100.000,- di diga tak sesuai Bestek.
Hal tersebut di sampaikan Sekretaris LSM LPEK Kab. Sidrap Sapnur Makkulasse kepada PEDOMAN di ruang kerjanya, Rabu, (3/12). Menurut Sapnur Makkulasse, setelah mencermati Barang yang di datangkan oleh PT. Dian Daya Mandiri itu, dengan membandingkan Bak sampah yang di ambil sampel di depan kantor lingkungan Hidup Sidrap yang berwarna Kuning itu, menilai sangat jauh beda dengan kualitas yang di harapkan, contoh Bak sampah yang di beli berwarna Coklat hitam.
Kata dia, proyek dengan anggaran yang besar ini, tentunya harus dilakukan pembelian sesuai dengan Bestek. Jika hal ini di biarkan berlanjut begitu saja, kedepan juga terjadi hal yang sama.
Untuk itu, kata sapnur, meminta kepada pihak yang berkopenten untuk dilakukan pemeriksaan secara intensif, terkait dengan kualitas barang yang di serahkan.oleh PT. Dian Daya mandiri.
Sementara Ketua PPTK Dra. Hj. Rahmatiah yang di temui di ruang kerjanya di kantor lingkungan Hidup kab. Sidrap kepada PEDOMAN mengatakan, pihaknya sudah menerima barang tersebut sudah sesuai dengan jumlah yang di harapkan, hanya saja kata dia, barang yang di harapkan itu, tidak sesuai dengan Contoh atau sample yang di harapkan. Untuk sementara barang tersebut, dalam proses pemeriksaan. (Risal Bakri)

==========

-DAK DIKNAS SIDRAP SALAH SIAPA 90 Persen Pembangunan Gedung Sekolah Tak Rampung

SIDRAP (PEDOMAN) Sebanyak 114 Sekolah Dasar Lingkup Dinas Pendidikan Kabupaten Sidenreng Rappang mendapat bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk Tahun 2009 tentang Rehabilitasi Gedung Sekolah dengan penggaran setiap sekolah sebanyak masing-masing Rp. 250 Juta.
Sekretaris LSM LPEK (Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan) Kab. Sidrap Sapnur Makkulasse Kepada PEDOMAN usai melakukan kunjungan kebeberapa Sekolah, yang di dampingi berbagai elemen lainya mengatakan sangat menyesalkan dengan tidak terselasainya proyek Rehabilitasi Gedung Sekolah tersebut, padahal anggarannya sudah tersedia didepan mata, hanya saja tidak di manfaatkan dengan baik.
Hal ini kata Sapnur Makkulasse, bahwa dalam proyek DAK ini, tak ada alasan untuk tidak terselasaikan sesuai dengan jadwal yakni tanggal 30 November 2009. ini kata dia, yang rugi bila gedung tidak selesai pada waktunya adalah anak didik kita , sementara program pemerintah Daerah dan Pusat ingin meningkatkan tarap hidup Bangsa, termasuk Kualitas Pendidikan dan sarana prasarananya, dan sementara ini, akbiat gedung rehab tersebut tak terselasaikan, anak didik terpaksa masih menikmati pemberian pelajaran di bawah Kolom rumah penduduk
Kata Sapnur, dalam waktu dekat ini, pihaknya akan melaporkan kepihak yang berkompoten untuk di tindak lanjuti, hal ini sama dengan merugikan Negara. Sekolah yang di maksud, juga terdapat belum adanya pemasangan Seng, Palpon, pemasangan Tegel lantai dan juga termasuk pengecekan..
Lanjut Sapnur Makkulasse, dalam pemantauan tersebut, disinyalir dalam proyek ini, Kepala Sekolah hanya sebagai simbol dalam pengelolaan DAK ini, ironisnya lagi, juga ditemukan Bangunan Baru dengan jumlah RKB lima, Sementara ada juga Sekolah Rehab dengan jumlah RKB dua tambah Rumah dinas pada SD Neg 4 Tanrutedong, dam masih banyak lagi lainnya dengan pembiayaan sama senilai Rp. 250 juta. .
Tambah Sapnur Makkulasse, secara aturan, bila proyek DAK itu, tidak selesai dengan tepat waktu, itu dikenakan biaya denda satu persen dari jumlah anggaran.
Sementara Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Sidrap Drs. Mikdar saat di hubungi via Celulernya Kepada PEDOMAN mengatakan, membenarkan dengan tidak terselesainya Proyek DAK Diknas Sidrap untuk Rehabilitasi Gedung Sekolah Dasar tersebut, sesuai dengan tenggang waktu yang telah ditentukan yakni pada tanggal 30 November 2009, hal ini kata dia, di sebabkan dengan tidak tersedianya bahan, seperti Besi Baja ( rangka Atap) dan Seng Almunium, dan ditambah lagi dengan seringnya pemadaman listrik. ,mengenai dengan dana anggaran tersebut, pihaknya sudah kucurkan dana sebesar 75 persen dari anggaran tersebut. Jadi jika menuju ke pembangunan tersebut, tak ada alasan pihak sekolah untuk tidak menyelasaikan proyek itu. Dan mengenai data-data sekolah yang tidak selesai tepat waktu, kata dia sementara dalam pendataan. Menurutnya, hanya sekitar 40 persen yang sudah rampung tepat waktu. (Risal Bakri).

==========

Ratusan Buku Pelajaran Agama SD Neg 17 Tanrutedong, Mangkir di SD Neg 4 Tanrutedong. - Akibat Kasek Di Mutasi, Buku Paket Ikut Terbawa.

SIDRAP (PEDOMAN) Ratusasn Buku Paket mata pelajaran Pendidikan Agama yang berstempel SD Negeri 17 Tanrutedong, mangkir di SD Negri 4 Tanrutedong.
Sekretaris LSM LEPK Kab. Sidrap Sapnur Makkulasse saat melakukan pemantauan di SD Negeri 4 Tanrutedong Kec. Dua PituE terkait sejumlah laporan orang Tua Murid tentang Buku Paket Pendidikan Agama SDN 17 Tanrutedong yang di pakai oleh mudir SDN 4 Tanrutedong menjadi tanda Tanya otang tua murit tersebut, yang sementara anaknya duduk di bangku SDN 4 Tanrutedong, dengan membawa Buku paket mata Pelajaran SDN 17 Tanrutedong. Hal ini Kata Sapnur sangat mengherangkan jika Buku paket tersebut bisa berpindah kesekolah lain. Kata Sapnur hal ini menurutnya akibat mutasi tentang pemindahan Kepala Sekolah SDN 17 Tanrutedong Hj. Faridah Ke SDN 4 Tanrutedong pada bulan Mei 2009 lalu.
Lanjut Sapnur Makkulasse, meminta kepada Pihak terkait untuk segera melakukan pemeriksaan kepada Kepala SDN 4 Tanrutedong Hj. Faridah, atas adanya Buku Paket yang berstempel SDN 17 Tanrutedong yang terbawa arus akibat mutasi Kepala Sekolah.
Sementara Kepala SDN 17 yang baru Drs. Amiruddin, yang menggatikan Hj. Faridah yang mendapatkan tugas baru sebagai kepala SDN 4 Tanrutedong. Menurut Kepala SDN 17 Tanrutedong Drs. Amiruddin kepada PEDOMAN saat di temui di ruang kerjanya mengatakan, untuk pengadaan Buku Paket Pendidikan Agama yang di pesan oleh pejabat lama Hj. Faridah, untuk mata anggaran priode bulan Januari, Februari dan Maret dengan menggunakan Dana BOS. Namun kata dia, buku sudah ada di sekolah pada bulan April dan sudah berstempel SDN 17 Tanrutedong, namun selang sebulan muncul Mutasi Kepala Sekolah, dalam pemindahan Kepala Sekolah Hj. Faridah tersebut, Buku Paket Pelajaran Agama juga di minta untuk dibawa ke tempat mereka di pindahkan.
Sementara Hj. Faridah Pejabat Kepala Sekolah yang baru pada SDN 4 Tanrutedong Hj. Faridah yang di kopirmasi mengatakan terpisah di ruang kerjanya, soal pemindahan Buku Paket yang Berstempel SDN 17 Tanrutedong yang di sinyalir mangkir di SDN 4 Tanrutedong., mengatakan bahwa memang awalnya dia yang memesan Buku paket tersebut, dan terlanjur di pesan, tiba-tiba mendapat mutasi ke tempat lain, buku paket tersebut dengan terpaksa yang ambil untuk di bawah ke SD 4 Tanrutedong. Mengenai soal pembayaran Buku paket tersebut, pihaknya langsung membayar kepada penyalur Buku. Karna kepala SDN 17 yang baru tidak mau membayarnya, katanya priode anggaran sudah terlewatkan, jelasnya. (Risal Bakri).

- SAPNUR, DAK DIKNAS SIDRAP SALAH SIAPA 90 Persen Rehabilitasi Gedung Sekolah Tak Rampung

SIDRAP (PEDOMAN) Sebanyak 114 Sekolah Dasar Lingkup Dinas Pendidikan Kabupaten Sidenreng Rappang mendapat bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk Tahun 2009 tentang Rehabilitasi Gedung Sekolah dengan penggaran setiap sekolah masing-masing Rp. 250 Juta.
Sekretaris LSM LPEK (Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan) Kab. Sidrap Sapnur Makkulasse Kepada PEDOMAN usai melakukan kunjungan kebeberapa Sekolah, yang di dampingi berbagai elemen lainya mengatakan sangat menyesalkan dengan tidak terselasainya proyek Rehabilitasi Gedung Sekolah yang di biayai oleh Pemerintah Pusat, padahal anggarannya sudah tersedia didepan mata, hanya saja tidak di manfaatkan dengan baik.
Hal ini kata Sapnur Makkulasse, bahwa dalam proyek DAK ini, tak ada alasan Kepala Sekolah untuk tidak menyelasaikan Reabilitasi Gedung Sekolah tersebut sesuai dengan kontrak kerja yang berakhir tanggal 30 November 2009 kemaring. ini kata dia, yang rugi bila gedung tidak selesai pada waktunya adalah anak didik kita , sementara program pemerintah Daerah dan Pusat ingin meningkatkan tarap hidup Bangsa, termasuk Kualitas Pendidikan dan sarana prasarananya, dan sementara ini, akbiat gedung rehab tersebut tak terselasaikan, anak didik terpaksa masih menikmati pemberian pelajaran di bawah Kolom rumah penduduk
Kata Sapnur, dalam waktu dekat ini, pihaknya akan melaporkan kepihak yang berkompoten untuk di tindak lanjuti, hal ini sama dengan merugikan Negara. Sekolah yang di maksud, juga terdapat belum adanya pemasangan Seng, Palpon, pemasangan Tegel lantai dan juga termasuk pengecekan..
Lanjut Sapnur Makkulasse, dalam pemantauan tersebut, disinyalir dalam proyek ini, Kepala Sekolah hanya sebagai simbol dalam pengelolaan DAK ini, ironisnya lagi, setelah penetapan Sekolah yang mendapat DAK, sejumlah pengusaha atau penyedia barang ramai-ramai kesekolah untuk memblokir sekolah yang ingin memesan rangka Baja beserta denga Seng, dan langsung di lakukan aksi pengukuran sebelum di lakukan pembongkaran Gedung rahab ungkap Kepala Sekolah yang di Kutip Sapnur Makkulasse, dealah hal ini, juga ditemukan Bangunan Baru dengan jumlah RKB lima, Sementara ada juga Sekolah Rehab dengan jumlah RKB dua, pengecekan pada Rumah dinas, ini termasuk pada SD Neg 4 Tanrutedong, dan sementara di SD Negri 7 Lancirang, masih dalam keadaan pemasangan Rangka atap, padahal penganggaran dalam Rehabilitasi Gedung tersebut pembiayaan sama dengan jumlah senilai Rp. 250 juta.
Tambah Sapnur Makkulasse, secara aturan, bila proyek DAK itu, tidak selesai dengan tepat waktu, itu dikenakan biaya denda satu persen dari jumlah anggaran. Kata Sapnur hingga tanggal 9 Desember 2009, Pelaksanaan proyek DAK dalam rehabilitasi gedung Sekolah tersebut, masih dalam proses penyelasaian.
Salah Satu SD yang mendapat DAK untuk Tahun 2009 ini, yakni SD Negeri 7 Lancirang dalam pemantau PEDOMAN bersama Sekretaris LSM LPEK Sapnur Makkulasse, menilai pelaksanaan Rehabilitasi Gedung Sekolah tersebut, masih dalam keadaan Pemasangan Rangka Baja pada atap Gedung sekolah, jika di nilai dari prosentase pekerjaan masih berada dalam prosentase 30 persen, padahal kuncuran dana sudah pada tahap kedua yakni sekitar 70 persen, hingga tanggal, 7 November 2009.berikut tahapan proses pencairan dana yang di kutip dari sejumlah Sekolah pengguna DAK, Pertama pencairan Dana pada tanggal, 27 Agustus 2009 senilai Rp. 75 Juta atau ( 30 % ) anggaran, dean Tahap Kedua pada tanggal, 11 November 2009 sebanyak Rp. 112,5 juta atau ( 40 % ) anggaran..
Sementara Kepala SD Negeri 7 Lancirang Hj. Nurcahaya saat di temui di ruang kerjanya kepada PEDOMAN mengatakan, pihaknya sudah berupaya semaksimal untuk penyelasaian Rahabilitasi Gedung Sekolah tersebut, untuk itu kata dia, sebenarnya pada Rehabilitasi Gedung Sekolah ini, pihaknya telah melimpahkan kewenangan ini pada Kepala UPTD Diknas Kecamatan Pitu Riawa Drs. Haruna, ini kata Hj. Nurcahaya, mengingat masa kerja saya untuk Purnabakti sudah di ambang pintu, jelasnya. Jika di Tanya soal kedalam tentang DAK tersebut, hubungi saja kepala UPTD Drs. Haruna.
Sementara itu, Kepala UPTD Diknas Kecamatan Pitu Riawa Drs. Haruna saat di Hubungi via Celulernya, mengatakan untuk Rehabilitasi Gedung Sekolah tersebut, pihaknya telah perupaya semaksimal untuk penyelasaian DAK tersebut, namun kata dia, segala yang menyangkut dengan biaya dalam material, termasun Seng yang di tunggu-tungguh tersebut , sudah di bayak semuanya. Ini terlambat karna penyedia barang, belum melaksanakan kewajibannya.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kab. Sidrap Drs.H Syahruddin HT, melalui Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Sidrap Drs. Mikdar Mahmud saat di hubungi via Celulernya Kepada PEDOMAN mengatakan, membenarkan dengan tidak terselesainya Proyek DAK Diknas Sidrap untuk Tahun 2009 ini, tentang Rehabilitasi Gedung Sekolah Dasar tersebut, berdasarkan waktu kontrak kerja selesai pada tanggal 30 November 2009, hal ini kata dia, di sebabkan dengan tidak tersedianya bahan material, seperti Besi Baja untuk rangka Atap dan Seng Almunium, yang di pesan secara khusus dari Jawa dan ditambah lagi dengan seringnya pemadaman listrik. ,mengenai dengan dana anggaran tersebut, pihaknya sudah kucurkan dana sebesar 75 persen dari jumlah anggaran Rp. 250 Juta setia Sekolah. Jadi jika menuju ke pembangunan tersebut, tak ada alasan pihak sekolah untuk tidak menyelasaikan proyek itu. Dan mengenai data-data sekolah yang tidak selesai tepat waktu, kata dia sementara dalam pendataan. Menurutnya, menurut Sayhrul yang juga berkompoten dalan hal ini hanya sekitar 40 persen yang sudah rampung tepat waktu. (Risal Bakri).

Potensi Sidrap Peluang Bagi Penanam Modal

SIDRAP (PEDOMAN) Sebagai upaya untuk mendorong penanam modal untuk berinvestasi, Pemerintah Kabupaten Sidrap menggelar Rapat Teknis Operasionalisasi Satuan Tugas Penanaman Modal. Pertemuan yang di selenggarakan di ruang pola Kantor Bupati Sidrap, Rabu (9/12), Pelaksanaan ini dilaksanakan atas kerjasama BPMD (Badan Penanaman Modal Daerah) Prov Sulsel dengan Pemkab Sidrap melalui Bagian Pengembangan Perekonomian. Sebagai narasumber.
Bupati Sidrap diwakili Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Drs H Hasanuddin Syafiuddin M Si mengatakan, di era otonomi sekarang ini, pemerintah daerah dituntut mampu mensejahterahkan masyarakatnya. Dengan melalui, optimalisasi potensi ekonomi daerah yang memiliki manfaat ekonomis bagi pemerintah daerah maupun masyarakat. Potensi ekonomi itu sendiri dapat diidentifikasi dan didayagunakan apabila terjamin kerjasama saling menguntungkan antara pemerintah daerah, masyarakat dan para penanam modal. “Penanam modal diharapkan menjadi penyangga usaha-usaha ekonomi berskala ekonomi menengah ke atas,” pintanya.
Lanjut Sekkab Hasanuddin menguraikan, keterbatasan permodalan pemerintah daerah yang memerlukan sinergisasi kemitraan dengan swasta serta pembukaan lapangan kerja. Dikatakan Hasanuddin, Sidrap memerlukan peran aktif penanam modal, apalagi potensi sumberdaya alam dan tenaga kerja di Sidrap cukup menjanjikan. Mantan Wakil Kepala Bappeda Sulsel lalu membeberkan sederetan potensi daerah yang berjuluk Bumi Nene’ Mallomo ini, yang dapat dikembangkan sekaligus menjadi peluang dan prospek yang cerah bagi pihak penanam modal.
Dengan potensi lahan yang cukup luas, potensi-potensi yang dimaksudkan antaralain di sektor pertanian ada komoditi unggulan seperti padi, jagung, kakao, jambu mete, cengkeh dan yang lainnya. Di sektor peternakan dan perikanan, ada budidaya ikan di Danau Sidenreng, ternak sapi, ayam ras petelur dan ayam potong. Di bidang pertambangan, ditemukan potensi mangan, gas alam, emas dan batu bara di wilayah Timur Sidrap. Termasuk potensi pengembangan wisata di beberapa wilayah seperti di Pituriase dan Taman Wisata Datae Watang Pulu. “Khusus Taman Wisata Datae, akan dikembangkan sebagai pusat wisata yang menarik perhatian banyak orang, bukan hanya di Sulsel, tetapi juga dari luar Sulsel,” ujar Hasanudddin.
Sekkab Hasanuddin Syafiuddin, kemudian menyampaikan himbauan bupati kepada para investor penanam modal, agar jangan takut ataupun ragu untuk menanamkan modalnya di Sidrap. Bupati, urai Sekkab, senantiasa menyambut baik setiap rencana investasi selama menguntungkan kita bersama. “Kemudahan fasilitas akan diberikan jika penanam modal mampu menunjukkan komitmen yang tinggi untuk bekerjasama dengan pemerintah daerah,” ujar Sekkab menegaskan harapan bupati.
Adapun materi dari narasumber antaralain, dari Kasat Tipikor Ditreskrim Polda, Kompol Rahmat Ammas SH MH membawakan materi, “Peranan dan Fungsi Polri dalam melindungi Perusahaan (investor) Wilayah Hukum Polda Sulselselbar.” Sedangkan Kasi Kerjasama Perpajakan Kanwil Pajak Sulselra, Yudi Saputra SE memaparkan materi berjudul, “Keringanan Perpajakan dalam Investasi. Sementara, Kabid Fasilitas Kepabeanan Dirjen Bea Cukai Sulawesi, DR Djafar Al Bram, SH SE MM membawakan makalah,” Fasilitas Kepabeanan Kegiatan Ekspor dan Impor bagi Perusahaan Penanaman Modal.” Selain itu, kepada peserta juga diberikan materi tentang Insentif Fiskal dan Peranan Amdal dalam Penyelenggaraan Usaha/Kegiatan. Dalam kegiatan tersebut juga hadir, Kasi Kerjasama Perpajakan Kanwil Pajak Sulselra, Yudi Saputra SE dan Kabid Pasilitas Kepabeanan Dirjen Bea Cukai Sulawesi, DR Djafar Al Bram SH SE MM. Selain itu, hadir pula Kabid Pengkajian dan Penanganan Sengketa dan Konflik Pertanahan BPN Sulsel, Drs Dharma Wijaya, Kabid Standarisasi dan Kualitas Lingkungan Bappedalda Prov Sulsel, Ir Faisal M Si dan unsur lainnya. (Risal Bakri).

Warga Surati Bupati Sidrap, Minta Lurah Bangkai Di Copot

SIDRAP (PEDOMAN). Ratusan Warga Kelurahan Bangkai Kecamatan Watang Puluh Kab. Sidrap, kembali menyurati Bupati Sidrap untuk Jilid II, terkaid dengan surat pengajuang tentang pemberhentian Saudara Andi Tonra Lipu, SPd sebagai Kepala Kelurahaan Bangkai. Surat Jilid II ini, muncul, karna tidak adanya tanggapan Bupati Sidrap tentang Surat Pengaduan Warga Kelurahan Bangkai Jilid I (Pertama) Tanggal 24 Mei 2009 lalu.dengan hal yang sama, yakni meminta Kepada Bupati Sidrap H. Rusdi Masse untuk memberhentikan Kepala Kelurahan Bangkai.
Hal tersebut di sampaikan Sapnur Makkulasse sebagaimana surat pengaduan masyarakat Kelurahan Bangkai Kecamatan Watang Puluh Sidrap tertanggal, 10 Desember 2009 kemaring,
Dalam Isi surat pernyataannya yang di sampaikan Ke Bupati Sidrap H. Rusdi Masse, mereka menghendaki Saudara Andi Tonra Lipu di berhentikan dari Jabatannya sebagai Kepala Kelurahan Bangkai dengan berbagai pertimbangan masyarakat Kelurahan Bangkai sebagai berikut, bahwa Pertama, Saudara Andi Tonra Lipu selama kurung Kepemimpinannya sebagai Kepala Kelurahan Bangkai, terdapat berbagai macam masalah, terasuk factor pelayanan pada masyarakat tidak berjalan dengan baik, ini karna kurangnya berada di tempat kerjanya/ kantor saat jam kerja, kedua, masalah kontribusi terhadap pelayanan jasa terhadap warga, tidak mengacu pada aturan yang ada, melainkan pengambilan keputusan secara sepihak dan membuat besarnya dana yang harus di keluarkan warga terhadap pelayanan tersebut memberatkan bagi warga ( Mengcekik Warga), ketiga, Tidak adanya hubungan keharmonisan antara pimpinan dengan bawahan, Empat, Tampa pertimbangan dengan masyarakat (Musyawarah), Kepala Kelurahan Bangkai Saudara Andi Tonra Lipu mengganti Saudara Lanaje sebagai Imam Kelurahan secara sepihak, Lima, Dana DPDK Gotong Royong tahun 2007/2008 di nilai bermasalah.
Sementara Camat Watang Pulu Drs. Waris Sadik saat di temui di ruang kerjanya kepada PEDOMAN, membenarkan adanya surat pengaduan masyarakat Kelurahan Bangkai, Kepada Bupati Sidrap H.Rusdi Masse tentang pengaduan Saudara Andi Tonra Lipu untuk di berhentikan sebagai Kepala Kelurahan Bangkai Kecamatan Watang Pulu, berdasarkan Surat Pengaduan Masyarakat, tanggal 10 Desember 2009 untuk jilid II (dua), dan juga di benarkan bahwa masyarakat Kelurahan Bangkai pernah juga melayangkan surat pengaduan kepada Bupati Sidrap H Rusdi Masse, Jilid I (pertama) tangal 24 Mei 2009 lalu. Namun kata dia, sejak adanya pengaduan masyarakat jilit I (pertama) itu, pihaknya telah penyampaikan kepada Lurah Bangkai terkait dengan pengaduan masyarakat tentang Pelayanan terhadap masyarakat yang tidak menentu.
Secara terpisah Sekretaris Daerah Kab. Sidrap Drs.H Hasanuddin S, MSi saat di temui di ruang kerjanya kepada PEDOMAN terkait surat pengaduan Masyarakat Kelurahan Bangkai, tentang pengajuan Pemberhentian Saudara Andi Tonra Lipu sebagai Kepala Kelurahan Bangkai Kecamatan Watang Pulu Sidrap.
Menurut Sekkab Sidrap Hasanuddin, mengatakan pihaknya sudah menerima surat pengajuan masyarakat tersebut pada hari,Senin (14/12) yang di serahkan oleh Sapnur Makkulasse. Kata Sekkab, pihaknya akan melaporkan Kepada Bupati Sidrap H.Rusdi Masse, dan untuk sementara ini, kami sudah sampaikan ke Wakil Bupati Sidrap Ir. H. Dollah Mando untuk di teruskan, dan sementara ini kita menunggu Bupati Sidrap untuk di perhadapkan kembali. Untuk itu, di harapkan kepada warga untuk tetap bersabar, pinta Sekkab Hasanuddin.
Menuru Kapolsek Watang Pulu, AKP Muzakkir, Kepala Kelurahan Andi Tonra, merasa dirinya dicela dan membeberkan kepada masyarakat terkaid dengan adanya bunyi surat tentang dituduhnya mengambil uang sebesar Rp. 15 juta itu, akhirnya Andi Tonra Lipu melaporkan kepihak yang berwajib tentang pencemaran nama baik, menurut Kapolsek Watang Pulu, pihaknya akan meminta keterangan pelapor untuk di tindak lanjuti, namun karna hari Rabu, (16/12) berhubung ada kegiatan di Kantor Kecamatan, akhirnya Kapolsek AKP Muzakkir, menundah untuk diintai keterangannya..(Risal Bakri) .

============